Dalam klasifikasi ilmiah, tumbuhan genus Vetiveria termasuk ke dalam keluarga rumput-rumputan atau Poaceae. Saat ini, nama ilmiah yang paling umum diterima untuk tanaman ini adalah Chrysopogon zizanioides, karena genus Vetiveria telah direklasifikasi ke dalam genus Chrysopogon berdasarkan analisis genetik. Tanaman ini dikenal luas karena sistem perakarannya yang sangat dalam, masif, dan kuat, sehingga sering dimanfaatkan untuk mencegah erosi tanah serta konservasi lahan.
Secara taksonomi, tumbuhan ini berada dalam kelompok tumbuhan berbunga (Angiospermae) dengan kategori monokotil. Meskipun secara teknis sudah digabungkan ke dalam genus Chrysopogon, istilah Vetiveria masih sangat populer digunakan dalam literatur pertanian, industri wewangian, dan teknik sipil untuk merujuk pada tanaman akar wangi. Tanaman ini tumbuh optimal di daerah tropis dan memiliki kemampuan adaptasi yang sangat tinggi terhadap berbagai jenis kondisi tanah dan iklim.
Kasifikasi ilmiah Genus (Vetiveria)
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Liliidae |
| Ordo: | Poales |
| Famili: | Poaceae |
| Subfamili: | Panicoideae |
| Tribus: | Andropogoneae |
| Genus: | Vetiveria |
Spesies pada Genus (Vetiveria):
Advertisement