Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Genus Mandragora: Tinjauan penggunaan tradisional, fitokimia, dan farmakologi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    128 artikel ilmiah yang mencakup studi etnobotani, fitokimia, in vitro, dan in vivo
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (review)
    Temuan:
    Mandragora officinarum mengandung alkaloid tropana (skopolamin, hiosiamin, atropin) yang memberikan efek antikolinergik, analgesik, dan antiinflamasi. Toksisitasnya tinggi sehingga penggunaan tradisional harus diwaspadai.
  2. Aktivitas antiinflamasi dan antinosisepsi akar Mandragora autumnalis Bertol.

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Preclinical in vivo
    Sampel:
    30 tikus Swiss albino; model edema kaki dan tes geliat
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak metanol 100, 200, 400 mg/kg, p.o., dosis tunggal
    Temuan:
    Ekstrak akar M. autumnalis menunjukkan efek antiinflamasi dan analgesik signifikan dibandingkan kontrol. Efek ini terkait dengan kandungan alkaloid tropana.
  3. Sekuens genom kloroplas lengkap Mandragora officinarum (Solanaceae)

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Genomic study
    Sampel:
    Satu sampel daun M. officinarum dari Turki
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku
    Temuan:
    Genom kloroplas M. officinarum memiliki panjang sekitar 155 kb dan struktur khas Solanaceae. Data ini mendukung analisis filogenetik dan konservasi.
  4. Komposisi kimia dan aktivitas antimikroba minyak atsiri akar Mandragora officinarum

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    In vitro experimental
    Sampel:
    Minyak atsiri dari akar M. officinarum; 10 strain bakteri dan 4 jamur
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,5–5 mg/mL, metode difusi cakram
    Temuan:
    Minyak atsiri mengandung asam palmitat dan senyawa terpenoid, serta menunjukkan aktivitas antimikroba sedang terhadap Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Aktivitas ini mendukung penggunaan tradisional untuk infeksi kulit.
  5. Propagasi in vitro dan produksi alkaloid tropana Mandragora officinarum L.

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Experimental in vitro (plant tissue culture)
    Sampel:
    Kultur tunas dari biji M. officinarum; media MS dengan kombinasi BAP dan IAA
    Dosis/Durasi:
    BAP 0,5–2,0 mg/L, IAA 0,1–1,0 mg/L; 8 minggu
    Temuan:
    Kombinasi BAP 1,0 mg/L dan IAA 0,5 mg/L menghasilkan multiplikasi tunas terbaik. Kultur akar menunjukkan kandungan skopolamin dan hiosiamin tertinggi.
  6. Aktivitas sitotoksik ekstrak Mandragora officinarum L. terhadap lini sel kanker manusia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    In vitro experimental
    Sampel:
    Ekstrak akar dan daun; lini sel A549, HeLa, MCF-7, dan Vero
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 1–500 µg/mL, 24–72 jam
    Temuan:
    Ekstrak kloroform akar menunjukkan sitotoksisitas tertinggi terhadap sel HeLa dengan IC50 45 µg/mL. Selektivitas terhadap sel normal masih terbatas.
  7. Penentuan alkaloid tropana dalam Mandragora officinarum dan Solanaceae terkait menggunakan LC-MS/MS

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Analytical chemistry
    Sampel:
    15 sampel akar, daun, dan buah dari M. officinarum, Atropa belladonna, Datura stramonium
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku
    Temuan:
    Metode LC-MS/MS valid untuk kuantifikasi skopolamin dan hiosiamin; kadar tertinggi ditemukan pada akar M. officinarum. Metode ini berguna untuk kontrol kualitas dan keamanan.

Advertisement


Cari: