Advertisement
Jamur ini biasanya hidup sebagai pengurai kayu atau saprofit, paling sering ditemukan tumbuh di batang kayu pohon berdaun lebar yang sudah lapuk atau mati, terutama di hutan yang lembap dan sejuk. Karakteristik/ciri-ciri Jamur Shiitake (Lentinula edodes):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Tudung Jamur | Berbentuk payung dengan diameter sekitar 5-10 cm, warnanya cokelat gelap hingga cokelat muda, dan permukaannya seringkali punya bercak putih bersisik. |
| Bilah Jamur | Terletak di bawah tudung, berwarna putih hingga krem, dan tersusun rapat. |
| Tangkai | Cukup keras, berserat, warnanya lebih terang dari tudungnya, dan biasanya ada sisa selaput yang terlihat seperti cincin tidak sempurna. |
| Daging Buah | Teksturnya padat, kenyal, dan berwarna putih bersih. |
| Spora | Berbentuk oval atau silindris dengan warna putih saat dikumpulkan dalam jumlah banyak. |
Konsumsi jamur shiitake (Lentinula edodes), terutama dalam keadaan mentah atau setengah matang, dapat menimbulkan efek samping dermatologis yang dikenal sebagai Shiitake dermatitis. Kondisi ini dimediasi oleh polisakarida lentinan yang terkandung di dalam jamur, yang ketika dicerna dapat memicu pelepasan sitokin dan vasodilator, menyebabkan peradangan kulit berupa erupsi flagellata (garis-garis kemerahan menyerupai bekas cambukan) yang disertai rasa gatal hebat. Reaksi ini biasanya muncul dalam waktu 24 hingga 72 hari setelah konsumsi dan dapat bertahan hingga beberapa minggu[1].